Mau kumpulan soal soal MATH juga????
download aja di sini, klik soal berikut ini, OC???!
- Soal Matematik 2003
- Soal Matematik 2004
- Soal Matematik 2005
- Soal Matematik 2006
- Soal Matematik 2007
Sabtu, 18 Oktober 2008
Download soal Math
Jumat, 17 Oktober 2008
Download soal IPA
Soal IPA ada, tapi tanpa Kimia, Q cari cari dulu ya....sementara ini dulu aja buat belajar, thx.
- Soal IPA 2003
- Soal IPA 2004
- Soal IPA 2005
- Soal IPA 2006
- Soal IPA 2007
Download soal English
Mau DownLoad Soal Soal English?????
Klik soal di bawah ini ya..........
- SOAL ENGLISH 2003
- SOAL ENGLISH 2004
- SOAL ENGLISH 2005
- SOAL ENGLISH 2006
- SOAL ENGLISH 2007
Kamis, 16 Oktober 2008
You Tube Buka Toko Mucik OnLine
YouTube pada Selasa (06/09) lalu telah menambah link ke toko online-nya dalam rangka meningkatkan pemasukan keuangan lebih sekitar USD 1.65 triliun dari website video sharing yang telah dibeli Google tersebut sejak dua tahun lalu. “Mereka menghabiskan satu ton uang untuk menambah link ini dan sangat alamiah jika mereka kemudian menginginkan kembalinya uang modal mereka.”, kata analis Rob Enderle, dari Enderle Group di Silicon Valley.
Google telah bekerja keras untuk menghasilkan uang dari YouTube tanpa menjauhkan pengguna Internet, yang secara logika mudah beralih ke Hulu, Daily Motion, atau rival lainnya di area video sharing online. Link tersebut dinamakan “Click-to-buy”, yang ditempatkan secara terpisah di bawah control panel video YouTube untuk mengundang orang agar mau berkunjung ke toko online iTunes atau Amazon.com, untuk membeli musik, buku, film atau material lainnya untuk dinikmati user.
“Ini adalah permulaan dari dibangunnya platform e-commerce secara meluas untuk user dan partner YouTube. Visi kami adalah untuk membantu partner di semua bidang industri, dan untuk menghasilkan uang tambahan dari content video mereka di YouTube, termasuk iklannya.”, sebuah tulisan di website YouTube. Link ke toko online iTunes di YouTube juga didukung oleh artis EMI Music Amerika. (h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com
Toshiba Bikin Baterai Isi Ulang Tercepat
Toshiba telah memperkenalkan sebuah prototype baru, Super Charge Ion Battery (SCiB), yang didesain untuk digunakan di computer laptop. SCiB mungkin telah diperkenalkan kepada publik, namun pihak Toshiba menyatakan, mereka masih membutuhkan waktu sebelum mempublikasikan teknologi ini ke laptop secara massal. Toshiba juga mengklaim bahwa baterai SCiB hanya membutuhkan 10 menit untuk diisi ulang hingga mencapai kapasitas 90%. Selain itu, baterai SCiB juga dapat bertahan lebih lama dan memiliki siklus isi ulang yang lebih tinggi dibandingkan baterai berbasis lithium ion lainnya.
Teknologi SCiB ini langsung menyelesaikan pokok permasalahan yakni pada pengisian baterai, lebih menghemat waktu dari hitungan jam menjadi dalam hitungan menit, yakni sekitar sepuluh menit. Bulan Desember lalu ketika Toshiba pertama kali mengumumkan SCiB, kapasitas baterai yang hilang setelah 3.000 kali siklus pengisian kurang dari 10%. Kemudian baterai dapat menjalani hinga 5.000 kali siklus pengisian atau setara dengan 10 tahun lamanya dari pengisian harian. Jika dibandingkan dengan baterai lithium standar maka hanya dapat menjalani sekitar 500 kali pengisian.
Anda hanya harus meluangkan waktu sekitar sepuluh menit saja untuk mengisi baterai laptop. Untuk itu, Anda akan mendapatkan 90% kapasitas hanya dengan pengisian selama lima menit. Klaim Toshiba kelihatan teoritis, dan mungkin bisa berbeda dengan penggunaan di lapangan.
Seperti yang telah diketahui, baterai laptop untuk masa sekarang ini justru lebih berfokus dengan besarnya kapasitas daya yang dapat disimpan dalam baterai sehingga baterai dapat bertahan lebih lama. Sebagai contoh, laptop HP ElliteBook yang diklaim HP sebagai laptop yang bisa dipakai hingga 24 jam untuk sekali pengisian baterai. (h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com
SOFTWARE ADOBE DIBAJAK
Sebuah lubang keamanan di software Adobe Systems, telah digunakan untuk mendistribusikan film dan acara TV melalui Internet, dan juga memberikan akses gratis kepada user untuk merekam dan meng-copy dari layanan video streaming Amazon.com Inc. Masalah tersebut menjadi masalah serius karena adanya pembajakan content video online dan industri musik, yang seharusnya dibayar oleh audience web kepada retailer, sudio film dan jaringan televisi.
“Ini adalah permasalahan mendasar dari desain Adobe. Ini adalah desain yang buruk.”, kata Bruce Schneier, pakar keamanan yang juga menjabat sebagai kepala keamanan teknologi di British Telecom. Kelemahan tersebut berada pada server video Adobe Flash yang terkoneksi dengan perusahaan video player dari hampir semua computer di seluruh dunia. Software Adobe tidak mengenkripsi content online dalam server, namun hanya meminta pengiriman ke video player, seperti start dan stop play. Untuk mendukun.g kecepatan download, Adobe memberikan fitur keamanan yang melindungi koneksi antara software Adobe dengan video player.
“Adobe telah berkomitmen untuk mengamankan semua produknya, mulai dari player hingga software server kami. Adobe menginvestasikan jumlah uang yang banyak untuk membantu melindungi user dari kelemahan software-nya.”, kata Schneier. Adobe menyarankan kepada pelanggannya bagaimana cara terbaik melindungi content online dengan memasang fitur dalam software untuk memverifikasi validitas video player yang diputar.
Juru bicara Amazon menyatakan bahwa content layanan VoD, yang menawarkan 40.000 film dan acara TV di website-nya, tidak dapat dibajak menggunakan software penangkap video stream seperti software Adobe tersebut. Namun, setelah dites oleh Reuters, setidaknya satu program perekam video online, Replay Media Catcher dari Applian Technologies, dapat merekm film dari Amazon dan situs lain menggunakan teknologi enkripsi Adobe, bersamaan dengan verifikator video player.
“Software Adobe tidak sepenuhnya terenkripsi. Salah satunya telah terbuka karena desainnya yang buruk sehingga orang dapat meng-capture video streaming. Kami mengharapkan Adobe dapat melakukan sesuatu yang lebih berhati-hati di masa mendatang.”, kata Bill Dettering, CEO Applian. Sementara Adobe masih belum memberikan komentar mengenai perbaikan kelemahan software-nya ini. (h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com
Trojan SilentBanker, Jebol Keamanan 400 Bank
Trojan kini semakin merajalela, terbukti dengan adanya Trojan SilentBanker yang secara spesifik memiliki target halaman web financial dan mencoba mencuri detail log dengan menggunakan keylogger. Trojan SilentBanker memang telah beredar sejak satu tahun yang lalu, dimana versi barunya sekarang memiliki root kit yang dapat menyembunyikan dengan rapat file yang sudah terinfeksi, hingga user dipastikan sulit mendeteksinya.
Ketika user mencoba untuk melihat semua file di komputernya, maka Trojan SilentBanker akan mengganggu user. Menurut Liam OMurchu, peneliti dari Syamntec, user yang kemudian mencoba untuk menghilangkan referensi apapun mengenai file yang mengandung trojan tersebut, akan secara otomatis menyembunyikan file menjadi tidak terdeteksi.
Versi terbaru Trojan Silentbanker telah menargetkan akan menginfeksi sekitar 400 bank, dimana diantara bank-bank tersebut telah menggunakan dua factor autentikasi. Selain itu, Trojan Silentbanker juga mampu menyembunyikan dirinya sendiri, dan menambah proteksi ekstra ke file konfigurasinya, dengan tujuan untuk mempersulit pencarian situs yang telah diinfeksi oleh trojan tersebut. Ketika user mencoba mencari register file yang mengindikasikan adanya infeksi, maka root kit dari Trojan Silentbanker akan mengganggu proses permintaan pencarian file dan otomatis menyembunyikan file dari penglihatan user.
Trojan Silentbanker ini bekerja dengan mengelabui dua factor autentikasi dari bank, dengan mengganggu proses komunikasi sebelum data menjadi terenkripsi, dan kemudian mengirimkan data tersebut ke attacker, yang bisa disimpulkan pembuatan keamanan dengan dua factor autentikasi sepertinya tidak berguna sama sekali. Software Trojan Silentbanker juga disebarkan melalui spam dan phishing, yang diprediksikan dapat menimbulkan krisis keamanan bank di seluruh dunia.(h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com